Banners

World Music Blog Directory
BY ROCKVOICE ANAK BLORA INDONESIA! ! Bookmark and Share ;

Translate to English (About)

Register Now for BlogWorldExpo 2012 in New York City, June 5-7!
About this Entry
Posted by: rockvoice

Visit rockvoice's Xanga Site

Original: 2/16/2011 7:20 AM
Views: 5811
Comments: 0
eProps: 0

Read Comments
Post a Comment
Back to Your Xanga Site

Tags



Wednesday, February 16, 2011

Profil Last Child (DyARY DepresIKU)

 


 

The Best Forex Trader In The World.


 

Band yang di bentuk awal tahun 2006 ini beranggotakan Virgoun (vokal/gitar), Dhimaz (bass) dan Ary Ceper (drum) yang tergabung dalam Last Child. Bikin pasar musik lokal indonesia makin berisik lewat gempuran punk rock yang mereka usung.



"Punk adalah inti musik kami. Dulu kami rajin memainkan old school punk seperti Blink 182, MXPX dan Greenday. Seiring berjalannya waktu, referensi musik kami semakin bertambah. Kami juga tak segan memasukkan unsur synthesizer di beberapa lagu. Itu yang membuat musik yang kami mainkan lebih berwarna," buka Virgoun.

Kemunculan album perdana berjudul Grow Up di bawah label Crazy Monkey menjadi awal bagus bagi band asal Utan Kayu ini. Tambahan album kedua Everythink We Are Everythink makin mempertegas kalau Last Child tak setengah-setengah memainkan punk. Lagu-lagu mereka seperti Diary Depresiku dan Pedih pun jadi omongan.
Nama Last Child sudah cukup familiar di kalangan pecinta musik indie. Band yang beberapa waktu lalu merayakan ulang tahun mereka yang kelima tersebut menceritakan tentang inspirasi mereka dalam bermusik.
"Kalau untuk lirik kebanyakan yang buat Virgoun, jadi kita buat lirik benar-benar kita sehari-hari, kita lihat teman," ucap Ary, drummer band ini ketika ditemui di Studio Hanggar Teras, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

Lewat situs jejaring sosial facebook, fans band ini sudah mencapai lebih dari satu juta orang. Menurut mereka lagu-lagu mereka buat dan mampu diterima di kalangan indie tersebut terinspirasi berdasarkan kehidupan sehari-hari.

"Lagu-lagu kita kebanyakan apa yang kita hadapi dan apa yang sudah pernah kita lewati. Mungkin untuk ke depannya kita gunakan metode yang sama, tapi karena usia kita bertambah mungkin disesuaikan dengan kedewasaan kita," tambah Virgoun, vokalis band ini.


Meski mengangkat tema klasik seperti cinta dan fenomena sosial, band ini memiliki sudut pandang tersendiri. "Tentang cinta dan sosial itu pasti, tapi dari sudut pandang kita, cerita dari kehidupan kita sehari-hari," tambahnya.

Selama ini Last Child memilih tampil sebagai band beraliran punk rock. Namun kini mereka mencoba kembali ke akar musik rock di mana mereka pertama belajar dahulu yaitu musik alternatif rock.

"Kalau untuk itu kita kembali ke akar musiknya, kita memang punk rock, cuma kita agak sedikit bergeser ke era waktu kita belajar musik dulu seperti lagu-lagu 80-90an. Lebih ke alternatif rock,"

 

 

 

Rockvoice product:

Auto Wealth Maker - 75% Commissions, Huge Epc

Income Hybrid 3in1 Software Suite - Top Converter!

Secret Law of Attraction Frequencies

 
 
 Posted 2/16/2011 7:20 AM - 5811 Views - 0 eProps - 0 comments

Give eProps or Post a Comment

Sign in to CommentChoose Identity
Give eProps (?)
Post a Comment
Add Link | Preview HTML comment help 
Profile Pic:
Default  |  Choose »  (?)

(?)

Back to rockvoice's Xanga Site!
Note: your comment will appear in rockvoice's local time zone:
GMT -05:00 (Eastern Standard - US, Canada)